Thursday, June 03, 2004

LOVE AND MARRIED

LOVE AND MARRIED


Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa
itu cinta? Bagaimana saya boleh menemukannya?

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas
didepan sana. Berjalanlah kamu dan jangan balik
ke sini sebelum menemukan ranting yang kamu
anggap paling menakjubkan, kemudian ambillah
satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, berarti kamu telah menemukan
cinta" .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia
kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa
apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa
satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu
saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur
kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah
menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak
tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
didepan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi,
baru ku menyedari ranting-ranting yang ku
temukan
kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak
ku ambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab "Yang engkau
dapatkanitulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada
gurunya, "Apa itu
perkawinan?Bagaimana saya boleh menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur
didepan sana.

Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh
dan berpatah balik) dan kamu hanya boleh
menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika
kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena
artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia
kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut
bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja (tak
de yang special), tidak ada kelebihan dibanding
yang lain.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon
yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah
hampir setengah hutan, ternyata aku kembali
dengan tangan kosong.



Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan
kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk
menebangnya dan membawanya kesini. Aku
takutkehilangan kesempatan untuk mendapatkannya
seperti yang pernah terjadi"

Gurunya pun kemudian menjawab, "itulah
perkawinan"


Pengajaran:
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak
ditemukan. Cinta adanya didalam lubuk hati,
ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang
lebih. Ketika ada pengharapan dan keinginan yang
berlebihuntuk cinta, maka yang didapat adalah
kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan
tidak dapat
dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat
diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Iaitu
proses mendapatkan
kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik
diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi
kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika
kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah
waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu,
karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.


No comments: